Monday, October 12, 2015

Merangkai kata, dan Mengirim Surat





Pada era digital seperti sekarang ini, mengirim surat masih menjadi elemen esensial berkomunikasi. Menulis secarik surat misalnya, dapat menjadi fondasi awal  meningkatkan kemampuan anak berkomunikasi, meningkatkan keterampilan sosial, dan membuat tulisan tangan. Di sisi lain, mereka sekaligus belajar merangkai kata sehingga membentuk kalimat  yang baik.

Dikutip dari situs web Huffington Post, terdapat studi baru untuk membandingkan proses otak yang berbeda ketika digunakan untuk membuat tulisan dengan mengetik komputer.Temuan studi tersebut memberikan dukungan bahwa keterampilan tulisan tangan, seperti menulis surat, tetap perlu diajarkan di rumah dan disekolah.

Keunggulannya yakni adanya penggunaan kekuatan fungsi otak yang lebih kompleks. Pasalnya, menulis surat sama dengan melibatkan tiga proses sekaligus di dalam otak, yaitu kemampuan visual, kemampuan motorik, dan kemampuan kognitif.

Keterampilan visual anak akan terlatih karena melihat apa yang ada di kertas. Sedangkan keterampilan motorik halus akan terstimulasi karena anak akan belajar menggoreskan pena atau pensil yang benar ke atas kertas untuk membentuk huruf, merangkai kata, dan menyusun kalimat. Satu lagi keterampilan yang dilatih lewat menulis surat adalah belajar mengingat bentuk huruf dan mengulanginya lagi.

Menulis surat juga dapat membangun kedekatan emosional dengan pihak yang akan disurati, misalnya ayah dan ibu. Selanjutnya,selesai menulis anak-anak dapat belajar mengirim surat. Ini hal yang sederhana namun, masih saja masih asing bagi anak-anak anda. Ajaklah buah hati anda saat liburan sekolah ke kantor pos atau pada tanggal 9 oktober yang diperingati sebagai hari pos sedunia , di sana ia akan antusias melihat suasana kantor pos dan melihat beragam benda-benda pos. Disana anak anda juga dapat sekaligus belajar mengenal perkembangan alat komunikasi.


Artikel Terkait