Berikan Ruang Eksplorasi untuk Anak

 



           Pengasuhan anak adalah sebuah seni. Tak ada sekolah untuk menjadi orang tua. namun, alangkah menyenangkan bila ayah dan ibu memiliki kesempatan emas untuk menikmati dan memahami setiap proses tumbuh kembang anak dari waktu ke waktu.

Pada rentang usia 2-12tahun, anak mengalami proses belajar dan mulai mengeksplorasi sekitar. Khususnya balita, ditahap usianya dia belajar untuk aktif. Daya berpikirnya mulai tumbuh sehingga menjadi matang. Inilah saatnya anak-anak harus diberikan kebebasan bereksplorasi dan beraktivitas.

Ratih ibrahim, seorang psikolog mengutarakan bahwa kreativitas menjadi bagian dari daya berfikir sehingga kreativitas membutuhkan ruang eksplorasi yang sangat luas. Eksplorasi bisa ditempat terbuka, di dalam ruangan, termasuk di rumah. Secara intuitif semua proses eksplorasi  dialami anak karena pada dasarnya keingintahuanya yang besar. Uniknya secara alami anak memiliki minat yang tinggi pada benda-benda yang besar karena secara indrawi dapat dilihatnya dengan mudah. Termasuk dinding rumah, dan uniknya lagi anak gemar memberi motif pada bidang yang kosong semua terjadi intuitif dia membuat pola sendiri, meskipun pola itu belum matang.


Ibarat kanvas besar, demikian anak mengibartkan sebuah tembok rumah sehingga ia gemar mencoret-coret hal, ini terjadi karena sensasi dirasakannya berbeda dengan bidang yang lainnya. Jika anak memiliki ruang eksplorasi maka,ia akan semakin kaya pengalaman. Namun, faktanya sekitar 54% orang tua melarang anaknya mengotori rumah. Maka sebaiknya sebagai orang tua kita jangan membatasi eksplorasi si kecil baiknya gunakan cat dinding rumah yang dapat dibersihkan atau buatlah suatu ruangan khusus tempat sikecil bermain.

Postingan terkait: