Tuesday, June 23, 2015

BULAN RAMADHAN, BULAN PENUH BERKAH

Tags


  1. Keutaman Bulan Ramadhan dari Bulan-bulan yang Lain
Allah telah mengutamakan bulan-bulan tertentu melebihi yang lain, melebihkan beberapa malam dari pada malam yang lain dan mengutamakan saat-saat tertentu dari saat-saat yang lain. Saat sahur adalah saat yang paling mulia, malam Lailatul Qadar adalah malam yang paling baik, hari Arafah adalah hari yang paling agung dan bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia dibandingkan bulan-bulain yang lai.

 Sebab Keutamaan Bulan Ramadhan
  1. Bulan diturunkannya Al-qur’an. Allah berfirman  
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang didalamnay diturunkan (permulaan) Al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusai dan penjelasan-penjelasn mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan bathil). (Al-Baqarah : 185) 
  1. Bulan yang penuh berkah. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata, “Rasulullah pernah bersabda, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan bulan yang penuh berkah.”
  2. Bulan untuk berpuasa dan bulan pengampunan berdasar sabda Nabi saw , “ Barangsiapa berpuasa Ramadhan dengan beriman dan mengikuti perintah Allah, maka akan diampuni dosa yang telah dilakukannya.”
  3. Bulan penuh rahmat, pengampunan dan kebebasn dari api neraka. Rasulullah dalam satu sabdanya tentang Ramadhan mengatakan, “(Bulan Ramadhan) adalah bulan yang pertamanaya adalah rahmat, pertengahannya adalah pengampunan dan akhirnya adalah kebebasan dari neraka.”
  4. Terbukanya pintu surga dan ditutupnya pintu neraka. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, Rasulullah saw bersabda, “Dalam bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu neraka.”
  5. Setan-setan dibelenggu dan diikat berdasar sabda Nabi saw, “Dalam bulan Ramadhan, dibuka pintu-pintu surga dan ditutup pintu-pintu neraka serta setan-setan dibelenggu.”
  6. Didalamnya ada malam Lailatul Qadar berdasar sabda Nabi, “Di dalam bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu malam, barangsiapa tidak melakukan kebaikan di dalamnya, maka ia benar-benar tidak melakukan kebaikan.”

  1. Hukum dan Sejarah diwajibkannya
Puasa Ramadhan termasuk salah satu rukun Islam. Puasa Ramadhan hukumnya wajib berdasarkan Al-qur’an, Sunnah, dan Ijma’. Perintah puasa ini turun pada hari senin tanggal 1 Sya’ban Tahun Ke- 2 Hijriah.
Hukum Puasa Ramadhan
Allah swt Berfirman :
“wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (QS Al-Baqarah : 183)

Dari Abdullah bin Umar bin Khattab r.a., Rasulullah saw, bersabda “ islam didirikan atas lima perkara, yaitu bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, pergi haji, dan berpuasa pada bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari Muslim)

  1. Ancaman Bagi Orang yang Meninggalkan Puasa Ramadhan
Dari  Abu Hurairah r.a., Nabi saw, bersabda “Barangsiapa yang berbuka pada satu hari dari bulan Ramadhan tanpa ada uzur atau sakit maka puasanya tidak akan dapat dibayar walaupun ia berpuasa sepanjang masa.”

  1. Penetapan Awal Bulan Ramadhan
Masuknya bulan Ramadhan ditentukan dari :

  1.  Melihat Hilal
Apabila hilal Ramadhan telah terlihat meskipun berdasarkan kesaksian satu ornag laki-laki maka telah masuk bulan Ramadhan dan wajib berpuasa. Dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah saw, bersabda “Berpuasalah klain karen amelihatnya (hilal bulan Ramadhan) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan syawal). Jika kalian terhalang awan maka sempurnkanlah Sya’ban tiga puluh hari.” 
  1. Menyempurnakan Hitungan Bulan Sya’ban
Apabila hilal belum terlihat maka masuknya bulan Ramadhan ditentukan dengan menyempurnakan hitungan bulan Sya’ban hingga 30 hari. Hal inilah yang dilakukan oleh mayoritas ulama.
Selain kedua metode tersebut, di kalangan umat islam ada yang menggunakan metode hisab (menghitung melalui penanggalan bulan ke bulan lainnya sesuai perjalanan matahari) dalam menentukan awal bulan Ramadhan dan Syawal. Firman Allah swt
“Dialah yang menjadikan matahari bersinar, bulan bercahaya, dan ditetapkan manzilah-manzilah bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu (QS Yunus :5)

  1. Syarat Wajib Dan Sah Puasa
  1. Syarat wajib berpuasa

No
Syarat Wajib Puasa
Keterangan
1
Muslim
Dari Aisyah r.a., Nabi saw, bersabda “ pena diangkat (tidak dicatat) perbuatan dari tiga orang, yaitu orang gila sampai dia sadar, orang tidur sampai dia bangun, dan anak kecil sampai dia dewasa.” (HR. Abu Daud)
2
Balig
3
Berakal
4
Mampu berpuasa
Orang yang sakit atau lemah boleh tidak berpuasa dan dia wajib menggantinya di luar bulan ramadhan
5
Mukim
Orang yang berpergian dibolehkan untuk tidak berpuasa, tetapi dia wajib menggantinya pada hari yang lain. Allah swt berfirman,

“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebnayak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain (Qs Al-Baqarah : 184)

  1. Syarat sah puasa
No
Syarat Sah Puasa
Keterangan
1
Niat
Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari sebelum terbitnya fajar shadiq
2
Suci dari haid dan nifas
Seorang muslimah disyaratkan suci dari darah haid dan nifas. Dari Abu Said ra. Nabi saw bersabda, “Bukankah apabila perempuan itu haid dia tidak mengerjakan shalat dan tidak pula mengerjakan puasa?” (HR.Bukhari)
3
Pada waktu yang diterima untuk berpua
Tidak sah puasa pada hari raya idul fitri, idul adha, dan hari-hari tasyriq (3 hari sesudah idul adha).

  1. Rukun Puasa
1.      Niat pada malam hari
Niat puasa Ramadhan harus dilakukan pada malam hari. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala adalah sebagi berikut.
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus (QS.Al-Bayyinah <98> : 5)
2.      Menahan diri dari perkara yang membatalkan puasa
Orang yang berpuasa harus menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa, seperti makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar samapai matahari terbenam Allah berfirman,

“Maka sekarang campurilah mereka dan ikatilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang hitam, yaitu fajar. (QS.Al-Baqarah <2> : 187)

  1. Pembatal-pembatal Puasa
1.      Makan dan minum dengan sengaja
Makan dan minum dengan sengaja merupakan pembatal puasa berdasarkan kesepakatan para ulama. Makan dan minum yang dimaksudkan adalah dengan memasukkan apa saja ke dalam tubuh melalui mulut, baik yang dimaksud adalah sesuatuyang bermanfaat (seperti roti, nasi, air, dan lain-lain),sesuatu yang membahayakan atau diharamkan (seperti khamar dan rokok). Disebut dalam firman Allah swt

“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar (QS.Al-Baqarah <2>: 187)
2.      Muntah dengan sengaja
Muntah dengan sengaja dapat membatalkan puasa. Dari Abu Hurairah r.a., Nabi saw, bersabda
“Barangsiapa muntah tanpa disengaja ia tidak wajib mengqadha puasanya. Dan barang siapa yang sengaja muntah, ia harus mengqadha’.” (HR. Ahmad dan selainnya)
3.      Haid atau nifas
Apabila seorang wanita mengalami haid atau ifas ketika dia sedang berpuasa, baik pada awal maupun akhir hari, puasanya batal. Apabila dia tetap berpuasa, puasanya tidak sah
4.      Mengeluarkan mani dengan sengaja
Artinya mani tersebut dikeluarkan dengan sengaja tanpa hubungan jimak, seperti mengeluarkan mani dengan tangan, dengan cara menggesek-gesek kemaluan pada perut atau paha, dengan cara disentuh. Hal ini wajib mengqadha’ tanpa menunaikan kafarat.
5.      Berniat membatalkan puasa
Jika seseorng bertekad bulat untuk membatalkan puasa dan dalamkeadaaan ingat sedang berpuasa maka puasanya batal walaupun ketika itu ia belum makan dan minum. Dari Umar bin Khatab r.a., berkata Nabi saw bersabda, “Setiap orang akan mendapatkan sesuai yang ia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)
6.      Bersetubuh pada siang hari
Bersetubuh padapasangan pada siang hari bulan puasa ramadhan membatalkan puasa. Pelakunya wajib melakukan qadha’ dan menunaikan kafarat.Hal ini berlaku jika memenuhi dua syarat: (1) yang melakukan adalah orang yang dikenai kewajiban untuk berpuasa, dan (2) bukan termasuk orang yang mendapat keringanan untuk tidak berpuasa, seperti orang yang sakit dan musafir.
7.      Murtad orang yang keluar dari islam batal puasanya

  1. Kafarat puasa
  1. Memerdekakan budak
  2. Berpuasa selama dua bulan berturut-turut
  3. Memberikan makan 60 orang miskin
“Abu Hurairah r.a., berkata, “Sesngguhnya Nabi saw. Menyuruh seorang laki-laki yang berbuka pada bulan Ramadhan untuk membayar kafarat dengan memerdekakan seorang budak atau berpuasa selama dua bulan terus-menerus atau memberi makan kepada 60 orang miskin.”




Artikel Terkait