Sunday, May 10, 2015

SEX & HEALTHY



Pentingnya Pemeriksaan Kesehatan Pranikah


Menyambut sebuah pernikahan tentu banyak yang harus dipersiapkan, mulai dari persiapan psikologis, sosial, spiritual dan biologis. Namun, masih ada satu hal yang terkadang terlupakan oleh pasangan yang inginmenikah, yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan pranikah. Apa manfaatnya melakukan pemeriksaan pranikah?
Pernikahan merupakan upacara pengikatan janji nikah yang dirayakan atau dilakukan oleh dua orang dengan maksud meresmikan ikatan perkawinan secara hukum, baik hukum agama, negara, maupun hukum adat. Tentu aa beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh kedua orang yang akan melangsungkan pernikahan, sampai hari H yang sudah ditetapkan. Padatnya persiapan tersebut kadang terlupakan satu hal yang penting yaitu pemeriksaan pemeriksaan kesehatan pranikah.
Menurut dr. Verna merry gladies inkiriwnag, anggota komisi IX fraksi demokrat pemeriksaan kesehatan pranikah seharusnya menjadi prioritas karena cukup berarti, namun sayangnya tidak begitu rutin dilakukan di negara kita karena kurangnya sosialisasi dan pengetahuan serta anggapan akan biaya sendiri yang harus dikeluarkan.



Pemeriksaan Pranikah

Pemeriksaan kesehatan pranikah merupakan salah satu hal penting yang harus dilakukan pasangan yang ingin menikah. Menurut dr. Alvin Setiawan, SpOG, M.Kes waktu yang ideal untuk melakukan pemeriksaaan adalah enam bulan sebelum menikah. Karena dalam jangka waktu enam bulan, seseorang masih cukup waktu untuk memutuskan penanganan yang tepat terhadap masalah atau penyakit yang ditemukan.   
Sebenarnya pemeriksaan kesehatan pranikh hampir sama dengan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara umum. Hanya saaj ada tambahan pemeriksaan yang difokuskan kepada fungsi reproduksi. Ada beberapa rangkaian tes yang harus dilakukan kedua pasangan :

1.      Pemeriksaan Darah Rutin
Pemeriksaan darah dilakukan untuk mengetahui kelainan pada darah. Misalnya kanker darah ataupun kekurangan darah. Pengecekan darah juga mampu mendiagnosis penyakit infeksi dengan melihat kenaikan atau penurunan jumlah sel darah putih.

2.      Pemeriksaan Golongan Darah
Pemeriksaan golongan darah harus dilakukan untuk menentukan golongan darah dari kedua pasangan. Pengecekan golongan darah dari kedua pasangan tidak hanya dilkukan untuk menentukan golongan darah dari kedua pasangan yang ingin menikah. Dalam setiap kegiatan medical chek-up, golongan darah termasuk salah satu tahapan yang wajib dilakukan. Rhesus yang berbeda antara laki-laki dan perempuan ternyata bisa memberikan dampak ketika hamil.
Ketika laki-laki memiliki rhesus (+) dan perempuan memiliki rhesus (-) dapat membahayakan bagi calon janin. Perempuan nantinya akan mudah mengalami keguguran saat mengandung atau sang janin meninggal di dalam kandungan. Tetapi, apabila kebalikannya tidak akan menjadi masalah.

3.      Pemeriksaan Gula Darah, Ginjal Dan Hati
Pemeriksaan gula darah, ginjal(ureum/kreatinin), dan hati ( SGOT/SPGT) menjadi hal penting untuk dilakukan pasangan yang akan menikah. Pemeriksaan ini memiliki manfaat untuk mengetahui adanya penyakit Diabetes Melitus atau penyakit metabolik lainnya. Apabila seorang perempuan menderita penyakit diabetes melitus, akan memberikan masalah pada kondisi kesehatan ketika sang ibu hamil.
Idealnya yang diperiksa adalah gula darah puasa, gula darah dua jam setelah makan, dan gula darah dalam tiga bulan terakhir atau sering disebut HBA1C. Apabila HBA1C tinggi atau lebih dari 6,5% maka komplikasi pada kehamilan akan besar. Kondisi ini akan memiliki beberapa dampak, di antaranya anak terlahir dalam ukuran besar, kecatatan pada janin atau janin meninggal di dalam kandungan. 

4.      Sexually Transmitted Infections (STI)
Sebelum menikah, pasangan akan lebih baik apabila melakukan pemeriksaan sexually transmitted infections (STI) atau lebih dikenal dengan infeksi menular seksual. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mendeteksi ada atau tidaknya penyakit menular. Penyakit menular tersebut di antaranya herpes, klamidia, gonorhea, dan sifilis pada calon pasangan.
 Pemeriksaan ini juga berguna untuk mengetahui ada atu tidaknya penyakit yang bisa mempengaruhi kesehatan ibu maupun janin ketika hamil. Adanya penyakit infeksi menular seksual akan memiliki resiko yang menyebabkan ketuban pecah dini. Kemudian apabila calon ayah atau calon ibu menderita penyakit herpes,gonorhea, dan sifilis kelak akan menularkan penyakit ini pada anaknya.


5.      Pemeriksaan Virus Hepatitis B
Ada atau tidaknya virus hepatitis B pun menjadi salah satu faktor yang harus diperiksa sebelum menikah. Hepatitis B adalah salah satu penyakit yang harus dihilangkan terlebih dahulu apabila ingin memiliki anak. Dr. Radwia Siyamiah, dokter medical check up mengatakan apabila ingin terhindar dari virus hepatitis B harus diberikan vaksin. Vaksin ini diberikan tiga kali sebagai langkah antisipasi.

6.      Pemeriksaan EKG
Pasangan yang ingin menikah disarankan untuk melakukan foto thorax dan elektrokardiograf atau lebih dikenal dengan EKG. Foto thorax merupakan pemotretan dengan sinar rontgen di daerah dada. Pemeriksaan ini bermanfaat untuk melihat organ di dalam tubuh seperti keadaan jantung maupun paru-paru.

7.      Pemeriksaan TORCH (Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus Dan Herpes)
Pemeriksaan yang terakhir adalah TORCH. TORCH merupakan istilah untuk menggambarkan gabungan dari empat jenis penyakit infeksi yaitu Toxoplasma, Rubella, Cytomegalovirus Dan Herpes. Perempuan yang lebih disarankan untuk melakukan pemeriksaan TORCH. Pemeriksaan ini penting dilakukan karena nantinya akan memiliki dampak ketika mngandung. Penyakit-penyakit ini berpotensi untuk menimbulkan keguguran, kelainan pada janin, bayi premature, hingga kecatatan pada bayi. Karena memiliki hewan peliharaan seperti kucing, anjing, unggas baik ayam, burung. Pada dasarnya tidak ada perbedaan antara pemeriksaan laki-laki dan perempuan, hanya pemeriksaan TORCH lebih dikhususkan untuk perempuan.
Manfaat lain dari pemeriksaan pranikah adalah untuk melihat kesiapan perempuan sebelum hamil. Sebelum hamil tentu perempuan harus dalam kondisi yang sehat agar ketika mengandung, janin yang ada di dalam kandungan dapat tumbuh sehat. Dan juga bisa digunakan untuk mendeteksi sifat pembawa kelainan bawaan pada kedua pasangan.






Artikel Terkait