Friday, May 15, 2015

KONSEP DASAR MASA NIFAS


 BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Biasanya berlangsung selama lebih kurang 6-8 minggu.
Payudara adalah organ yang sangat penting bagi wanita untuk mempertahankan kelangsungan hidup keturunannya karena ASI merupakan sumber makanan bayi yang penting terutama pada bayi-bayi pada bulan-bulan pertamanya.
Sejak seorang wanita memasuki kehidupan berkeluarga, seharusnya ia harus menanamkan suatu keyakinan bahwa ia harus menyusui, karena menyusui adalah realisasi dari tugas yang wajar dan mulia dari seorang ibu.
Dewasa ini, di Indonesia sekitar 80-90 % ibu-ibu di perdesaan masih menuusui bayi nya lebih dar 1 tahun, namun hal ini tidak sama dengan ibu-ibu di kota-kota. Para ibu mempunyai berbagai alasan seperti ibu harus bekerja, pengaruh kosmetologi, pemakaian pil KB. Angka kematian anak-anak di Indonesia semakin lama semakin meningkat, terlebih anak-anak yang mengkonsumsi susu formula yang biasanya dapat mengakibatkan bayi diare.

1.2 Tujuan
1.2.1 Tujuan Umum
Menjelaskan tentang konsep masa nifas
1.2.2 Tujuan Khusus
Untuk menambah wawasan tentang konsep masa nifas




BAB II
ISI


2.1 Konsep Masa Nifas
2.1.1 Pengertian Masa Nifas
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Biasanya berlangsung selama lebih kurang 6-8 minggu. (ASKEB pada Ibu Nifas, Andi)
Puerperium adalah masa sesudah persalinan yang di perlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang lamanya 6 minggu (Obstetri Fisiologi, 1983 )
Masa nifas adalah periode waktu selama 6-8 minggu setelah persalinan. (Biologo Reproduksi, 2011)
Jadi, masa nifas adalah masa pemulihan alat-alat kandungan sesudah persalinan yangmana dimulai sejak keluarnya plasenta dan akan berakhir setelah alat-alat tersebut kembali pada keaadaan semula (6-8 Minggu).

2.1.2 Tujuan Asuhan Masa Nifas
Tujuan pemberiaan masa nifas, yuitu :
1. Meningkatkan kesejahteraan fisik dan psikologis bagi ibu dan bayi.
2. Pencegahan, diagnose dini, dan pengobatan komplikasi pada ibu
3. Merujuk ibu ke asuhan tenaga ahli bilamana perlu
4. Mendukung dan memperkuat keyakinan ibu, serta memungkinkan ibu untuk mampu melaksanakan perannya dalam situasi keluarga dan budaya yang khusus
5. Imunisasi ibu terhadap tetanus
6. Mendorong pelaksanaan metode yang sehat tentang pemberian makanan anak, serta peningkatan pengembangan hubungan yang baik antara ibu dan anak

2.1.3 Peranan dan Tanggung Jawab Bidan dalam Masa Nifas
Peran dan tanggung jawab bidan dalam masa nifas yaitu :
1. Teman terdekat, sekaligus pendamping ibu nifas dalam menghadapi saat-saat kritis masa nifas.
2. Pendidik dalam usaha pemberian pendidikan kesehatan terhadap ibu dan keluarga
3. Pelaksaan asuhan kepada pasien dalam hal tindakan perawatan, pemantauan, penangan masalah, rujukan dan deteksi dini komplikasi masa nifas.

2.1.4 Kebijakan Program Nasional Masa Nifas
Kunjungan
Waktu
Tujuan
1
6-8 jam setelah persalinanan
1. Mencegah perdarahan masa nifas karena atoni uteri
2. Mendeteksi dan merawat penyebab lain perdarahan,rujuk jika perdarahan berlanjut.
3. Memberikan konseling pada ibu atau salah seorang anggota keluarga mengenai bagaimana cara mencegah perdarahan masa nifas karena atoni uteri
4. Pemberian ASI awal
5. Melakukan hubungan antara ibu dan bayiyang baru lahir
6. Menjaga bayi tetap sehat denagn cara mencegah hypothrmi.
7. Jika petugas kesehatan menolong persalinan, ia harus tinggal denagn ibu dan bayi yang baru lahir selam 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai ibu dan bayinya dalam keadaan stabil.
2
6 hari setelah persalinan
1. Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.
2. Menilai adanya tanda-tanda demam infeksi atau perdarahan abnormal
3. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan cairan dan istirahat
4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit
5. Memberikan konseling pada ibu mengenai aasuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, dan merawat bayi sehari-hari
3
2 minggu setelah persalinan
1. Memastikan involusi uterus berjalan normal : uterus berkontraksi, fundus di bawah umbilicus, tidak ada perdarahan abnormal, tidak ada bau.
2. Menilai adanya tanda-tanda demam infeksi atau perdarahan abnormal
3. Memastikan ibu mendapatkan cukup makanan cairan dan istirahat.
4. Memastikan ibu menyusui dengan baik dan tidak memperlihatkan tanda-tanda penyulit
5. Memberikan konseling pada ibu mengenai aasuhan pada bayi, tali pusat, menjaga bayi tetap hangat, dan merawat bayi sehari-hari
4
6 minggu setelah persalinan
1. Menanyakan pada ibu tentang kesulitan-kesulitan yang ia atau bayinya alami
2. Memberikan konseling KB secara dini.

2.1.5 Tahapan Masa Nifas
Masa nifas terdiri dari 3 tahap, yaitu :
1) Puerperium Dini, yaitu masa kepulihan, yang dalam hal ini ibu telah diperbolehkan berdiri dan berjalan-jalan. Dalam agama Islam, dianggap bersih dan boleh bekerja setelah 40 hari.
2) Puerperium Intermedial, yaitu masa kepulihan menyeluruh alat-alat genitalia, yang lamanya sekitar 6-8 minggu
3) Remote Puerperium, yaitu masa yang diperlukan untuk pulih dan sehat sempurna, terutama bila selama hamil atau waktu persalinan mempunyai komplikasi. Waktu untuk sehat sempurna dapat berlangsung selama berminggu-minggu, bulanan, bahkan tahunan

2.1.6 Evidenbase Asuhan Masa Nifas
Adalah suatu istilah yang luas yang digunakan dalam proses pemberian informasi berdasarkan bukti dari penelitian (Gray, 1997)



BAB III
PENUTUP

1.1 Kesimpulan
Masa nifas (puerperium) adalah masa yang dimulai setelah plasenta keluar dan berakhir ketika alat- alat kandungan kembali seperti keadaan semula (sebelum hamil). Biasanya berlangsung selama lebih kurang 6-8 minggu. Pada masa nifas ibu nharus diberikan asuhan agar mencegas terjadinya masalah di masa nifas.
1.1 Saran
Pada masa nifas, kesehatan ibu harus sangat di perhatikan supaya bayi juga sehat dan pertumbuhannya lancar atau seimbang. Kepada para ibu dianjurkan untuk memberikan bayi mereka ASI, karena selain mengandung zat-zat yang diperlukan untuk pertumbuhan bayi, ASI juga merupakan makanan bayi yang paling aman, hemat dan mengandung antibody.
Semoga Makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca, begitu juga dengan penulis. Bila dalam pembuatan Makalah ini ada kekurangan, penulis mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca guna penyempurnaan Makalah ini.



DAFTAR PUSTAKA

FK Kedokteran UNPAD. 1983. Obstetri Fisiologi. ELeman : Bandung.
Soetjiningsih. 1997. ASI Petunjuk untuk Tenaga Kesehatan. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.
Sulistyawati, Ari. 2009. Buku Ajar Asuhan Kebidanan pada Ibu Nifas. Andi : Yogyakarta.
Wulanda, Febri Ayu. 2011. Biologi Reproduksi. Salemba Medika : Jakarta.

Artikel Terkait