Monday, April 20, 2015

INSTRUMEN TEKNIK

Memproses alat bekas pakai
3 proses pokok yang di rekomendasikan untuk proses peralatan dan benda – benda lain dalam upaya pencegahan infeksi adalah :
1. Dekontaminasi
2. Pencucian dan pembilasan
3. Disinfeksi tingkat tinggi dan sterilisasi
 1. Dekontaminasi
Dekontaminasi : langkah pertama dalam menangani peralatan,
perlengkapan, sarung tangan, dan benda – benda lainnya
yang terkontaminasi. Dengan di rendam di dalam larutan
klorin 0,5 % selama 10 menit.
Pastikan bahwa benda – benda yang terkontaminasi telah terendam seluruhnya dalam larutan klorin.
2.Pencucian dan Pembilasan
Pencucian : sebuah cara yang efektif untuk menghilangkan sebagian besar
mikroorganisme pada peralatan dan instrumen yang kotor atau sudah
digunakan. Baik sterilisasi maupu desinfeksi tingkat tinggi menjadi kurang
efektif tanpa proses pencucian sebelumnya.
 Perlengkapan / bahan – bahan untuk mencuci peralatan :
1. Sarung tangan karet yang tebal atau sarung tangan rumah tangga dari lateks
2. Sikat halus (boleh menggunakan sikat gigi )
3. Tabung suntik ( minimal ukuran 10 ml : untuk membilas bagian dalam kateter,termasuk kateter penghisap lender )
4. Wadah plastik atau baja anti katat ( stainless steel )
5. Air bersih
6. Sabun dan detergent 
Tahap – tahap pencucian dan pembilasan :
Ø Gunakan sarung tangan yang tebal pada kedua tangan.
Ø Ambil peralatan bekas pakai yang sudah di dekontaminasi ( hati – hati bila memegang peralatan yang tajam, seperti gunting dan jarum jahit).
Ø Agar tidak merusak benda – benda yang terbuat dari plastik atau karet,jangan dicuci secara bersamaan dengan peralatan yang terbuat dari logam.
Ø Cuci setiap benda tajam secara terpisah dan hati – hati :
a. Gunakan sikat dengan air dan sabun untuk menghilangkan sisa darah dan kotoran.
b. Buka engsel gunting dan klem
c. Sikat dengan seksama terutama dibagian sambungan dan pojok peralatan
d. Pastikan tidak ada sisa darah dan kotoran yang tertinggal di peralatan
e. Cuci setiap benda sedikitnya tiga kali.( lebih jika perlu ) dengan air dan sabun
atau detergent.
f. Bilas benda – benda tersebut dangan air bersih
 Ø Ulangi prosedur tersebut pada benda – benda lain.
Ø Jika peralatan akan di desinfeksi tingkat tinggi secara kimiawi ( misalnya dalam larutan klorin 0,5 % ) tempatkan peralatan dalam wadah yang bersih dan biarkan kering sebelum memulai proses DTT.
Ø Peralatan yang akan di desinfeksi Tingkat Tinggi dangan cara dikukus atau di rebus atau disterilisasi di dalam autoklaf atau open panas kering, tidak usah dikeringkan sebelum proses DTT atau sterilisasi dimulai.
 Ø Selagi masih memakai sarung tangan , cuci sarung tangan dengan air dan sabun kemudian dibilas secara seksama dangan menggunakan air bersih.
Ø Gantungkan sarung tangan dan biarkan dengan cara di angin – anginkan

Untuk mencuci kateter ( termasuk penghisap lendir) :
Ø Lepaskan penutup wadah
Ø Gunakan tabung suntik besar untuk mencuci bagian dalam kateter minimal 3 kali.
Ø Bilas keteter dengan tabung suntik
Ø Letakkan kateter dalam wadah yang bersih biarkan sampai kering
3.DTT dan Sterilisasi (Proses Peralatan Bekas Pakai)
“Ingat:
Agar proses DTT atau sterilisasi menjadi efektif, terlebih dulu lakukan dekontaminasi dan cuci bilas peralatan secara seksama sebelum melakukan proses tersebut”
 DDT adalah cara efektif untuk membunuh mikroorganisme penyebab penyakit dari peralatan, sterilisasi tidak selalu memungkinkan dan tidak selalu praktis. DTT bisa dijangkau dengan cara merebus, mengukus atau secara kimiawi. Ini dapat menghilangkan semua organisme kecuali beberapa bakteri endospora sebesar 95%.
 Pelaksanaan DTT ada 2 cara,yaitu :
1. DTT dengan cara merebus
Merebus merupakan cara efektif dan praktis untuk DTT. Perebusan dalam air selama 20 menit setelah mendidih, dimana semua alat jika mungkin harus terendam semua, ditutup rapat dan dibiarkan mendidih serta berputar.
· Gunakan panci dengan penutup yang rapat
· Ganti air setiap kali mendesinfeksi peralatan
· Rendam peralatan sehingga semuanya terendam dalam air
· Mulai panaskan air
· Mulai hitung waktu saat air mulai mendidih
· Jangan tambahkan benda apapun ke dalam air mendidih setelah penghitungan waktu dimulai :
1. Rebus selama 20 menit
2. Catat lama waktu perebusan pelaratan di dalam buku khusus
3. Biarkan peralatan kering dengan cara diangin-anginkan sebelum digunakan atau disimpan
4. Setelah peralatan kering,gunakan segera atau simpan dalam wadah DTT dan penutup. Peralatan bisa disimpan sampai satu minggu asalkan penutupnya tidak dibuka.
 2. DTT dengan uap panas
Setelah sarung tangan didekontaminasi dan dicuci maka sarung tangan siap DTT dengan uap tanpa diberi talk.
Ø Gunakan panci perebus yang memiliki 3 susunan nampan pengukus.
Ø Gulung bagian atas sarung tangan sehingga setelah DTT selesai, sarung tangan dapat dipakai tanpa membuat kontaminasi baru
Ø Letakkan sarung tangan pada baki atau tampan pengukus yang berlubang di bawahnya. Agar mudah dikeluarkan dari panci,letakkan sarung tangan dengan bagian jarinya kearah tengah panci. jangan menumpuk sarung tangan.
Ø Ulangi proses tersebut hingga semua nampan terisi dengan menyusun tiga nampan pengukus yang brisi air.
Ø Letakkan penutup di atas panci paling atas dan panaskan air hingga mendidih. Jika uap airnya sedikit,suhunya mungkin tidak cukup tinggi untuk membunuh mikroorganisme.
Ø Catat lamanya waktu pengukusan jika uapa air mulai keluar dari celah panci.
Ø Kukus sarung tangan 20 menit
Ø Angkat nampan pengukus paling atas dan goyangkan perlahan – lahan agar air yang tersisa menetes keluar.
Ø Letakkan nampan pengukus diatas panci yang kosong disebelah kompor
Ø Ulangi langkah tersebut hingga nampan tersebut berisi sarung tangan susun diatas panci perebus yang kosong.
Ø Biarkan sarung tangan kering dengan diangin- anginkan di dalam panci sampai 4 – 6 jam.
Ø Jika sarung tangan tidak akan segera dipakai,setelah kering gunakan pinset DTT untuk memindahkan sarung tangan. Letakkan sarung tangan dalam wadah DTT lalu tutup rapat.
DTT Secara kimiawi
Langkah-langkah kunci pada Disinfeksi Tingkat Tinggi secara kimia termasuk:
Ø Letakkan peralatan dalam keadaan kering (sudah didekontaminasi dan cuci bilas) ke dalam wadah dan tuangkan desinfektan
“Ingat:
Jika peralatan basah sebelum direndam dalam larutan kimia maka akan terjadi pengenceran larutan tersebut sehingga dapat mengurangi daya kerja atau efektifitasnya”
Ø Pastikan peralatan terendam seluruhnya dalam larutan kimia
Ø ‘Rendam peralatan terendam seluruhnya dalam larutan kimia
Ø Rendam peralatan selama 20 menit
Ø Catat lama waktu peralatan direndam dalam larutan kimia di buku khusus
Ø Bilas peralatan dengan air matang dan angin-anginkan sampai kering di wadah disinfeksi tingkat tinggi yang berpenutup
Ø Setelah kering, peralatan dapat segera digunakan atau disimpan dalam wadah disinfeksi tingkat tinggi berpenutup rapat.
DTT kateter secara kimiawi :
Ø Persiapkan larutan klorin 0,5%
Ø Pakai sarung tangan lateks atau sarung tangan rumah tangga pada kedua tangan
Ø Letakkan kateter yang sudah dicuci dan dikeringkan dalam larutan klorin. Gunakan tabung suntik steril atau DTT untuk membilas bagian dalam kateter dengan menggunakan larutan klorin. Ulangi pembilasan tiga kali. Pastikan kateter terendam dalam larutan.
Ø Biarkan kateter terendam selama 20 menit
Ø Gunakan tabung suntik steril atau DTT untuk membilas kateter dengan air DTT
Ø Kateter dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan setelah ini dapat segera digunakan atau disimpan dalam wadah DTT yang bersih

“Ingat:
Selalu ikuti prinsip-prinsip pemrosesan peralatan yang benar. Sebelum menggunakan kembali benda atas peralatan yang terkontaminasi, lakukan:
1. Dekontaminasi
2. Cuci, bilas dan keringkan jika perlu
3. Sterilisasi atau disinfeksi tingkat tinggi
4. Gunakan segera atau simpan dalam wadah yang sesuai”
 Sterilisasi
Sterilisasi : upaya pembunuhan atau penghancuran semua bentuk kehidupan mikroba yang
di rumah sakit melalui proses fisik maupun kimiawi.


Sterilisasi jika dikatakan sebagai tindakan untuk membunuh kuman beserta spora yang terdapat pada alat perawatan atau kedokteran denngan cara :

Ø Merebus
Ø Stoom
Ø panas tinggi atau bahan kimia.


Jenis sterilisasi antara lain :
Ø Sterilisasi cepat
Ø Sterilisasi panas kering
Ø Strerilisasi gas ( formalin, H2O2 )
Ø radiasi ionisasi.

Hal – hal yang perlu diperhatikan dalam sterilisasi :
Ø Sterilisator ( alat untuk steril ) harus siap pakai,bersih dan masih berfungsi
Ø Peralatan yang akan di sterilisasi harus dibungkus dan diberi label yang jelas dengan menyebutkan jenis peralatan,jumlah,tanggal pelaksanaan steril.
Ø Penataan alat harus berprinsip semua bagian dapat steril
Ø Tidak boleh menambahkan peralatan dalam sterilisator sebelum waktu mensteril selesai
Ø Memindahkan alat steril ke dalam tempatnya dengan korental
Ø Saat mendinginkan alat steril tidak boleh membuka bungkusnya,bila terbuka harus dilakukan sterilisasi ulang
Beberapa alat yang perlu disterilkan :
Ø Peralatan logam ( pinset, gunting, speculum,dll )

Ø Peralatan kaca ( semprit, tabung kimia )
Ø Peralatan karet ( cateter, sarung tangan, pipa lambung,dll)
Ø Peralatan ebonite ( kanule rectum, kanule trakea,dll)
Ø Peralatan email ( bengkok, baskom, dll)
Ø Peralatan porselin ( mangkok, cangkir, piring, dll )
Ø Peralatan plastic ( selang infuse, dll )
Ø Peralatan tenunan ( kain kassa, dll )

Prosedur kerja
1. Bersihkan peralatan yang akan disterilisasi
2. Peralatan yang dibungkus haris diberi label
3. Masukkan ke dalam sterilisator dan hidupkan sterilisator sesuai dengan waktu yang ditentukan
4. Cara sterilisasi:
Ø Sterilisasi dangan merebus dalam air mendidih sampai 100 ( 15 – 20 menit ) untuk logam,kaca,dan karet
Ø Sterilisasi dengan stoom menggunakan uap panas di dalam autoclave dengan waktu, suhu,tekanan tertentu untuk alat tenun
Ø Sterilisasi dengan panas kering menggunakan oven panas tinggi ( logam yang tajam,dll )
Ø Sterilisasi dengan bahan kimia menggunakan bahan kimia seperti alkohol, sublimat,uap formalin, sarung tangan dan kateter.

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon