Monday, March 30, 2015

EPIDEMIOLOGI DALAM PELAYANAN KEBIDANAN



  1. Pengertian
Epidemiologi Dalam Pelayanan Kebidanan adalah ilmu yang mempelajari frekuensi (jumlah), distribusi (penyebaran) dan determinan (penyebab) penyakit dalam pelayanan kebidanan yang aplikasinya ditujukan untuk meningkatkan derajat kesehatan ibu dan anak (KIA)
  1. Tujuan
  1. Mengumpulkan fakta dan data tentang berbagai masalah yang ada dalam pelayanan kebidanan.
  2. Menjelaskan sifat dan penyebab masalah dalam pelayanan kebidanan.
  3. Menemukan/ merencanakan pemecahan masalah dalam pelayanan kebidanan serta mengevaluasi aktivitas pelaksanaannya.
  4. Menggambarkan status kesehatan ibu dan anak untuk menetapkan prioritas masalah dalam pelayanan kebidanan.
  5. Mempelajari riwayat alamiah suatu penyakit maslah atau petunjuk bagi upaya pencegahan dan mekanisme pengendalian
  6. Mempelajari penyebab/ faktor resiko suatu penyakit/ masalah dalam pelayanan kebidanan
  7. Mengembangkan sistem pengendalian dan pemberantasan penyakit dalam suatu sistem administrasi.
Inti dari Tujuan epidemiologi kebidanan adalah untuk mengenal faktor risiko terhadap ibu selama periode kehamilan, persalinan dan masa nifas (42 hari setelah berakhirnya kehamilan) beserta hasil konsepsinya dan mempelajari cara penanggulangannya.
  1. KegunaaUntuk mendiagnosis masalah kebidanan.
1.      Untuk mendiagnosis masalah kebidanan.
2.      Untuk memantau kegiatan atau pelaksanaan program dalam pelayanan kebidanan
3.      Menyusun rencana program dalam pelayanan kebidanan.
  1. Manfaat
1.      Untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya penyakit dalam pelayanan kebidanan.
2.      Untuk pengambil kebijakan berkaitan dengan perencanaan sumber daya kesehatan (tenaga dan fasilitas pelayanan kesehatan) khususnya berkaitan dengan pelayanan kebidanan.
  1. Penggunaan Epidemiologi pada Perencanaan Pelayanan Kebidanan
1.      Pengukuran atau pengkajian tentang beban penyakit
2.      Identifikasi terhadap penyebab penyakit
3.      Pengukuran efektifitas dari intervensi yang berbeda, diberikan kepada masyarakat (Ibu dan anak)
4.      Pengkajian tentang efisiensi dari sumber daya yang digunakan.
5.      Implementasi dari intervensi
6.      Pemantauan terhadap kegiatan
7.      Pengkajian ulang terhadap beban penyakit untuk menentukan telah ada perubahan.
  1. Terjadinya Masalah Kesehatan
Merujuk kepada paradigma epidemiologi klasikal yang berasumsi bahwa terjadinya penyakit atau masalah kesehatan sebagai hasil akhir (output) interaksi antara penjamu (Host), Agent dan lingkungan (environmen), maka dalam pelayanan kebidanan dapat diuraikan bahwa:
a.       Host (penjamu) adalah ibu hamil
b.      Agent adalah hasil konsepsi yaitu janin/fetus yang ada dalam kandungan ibu hamil
c.       Environmen adalah lingkungan sosial budaya serta pelayanan kesehatan yang diterima oleh ibu hamil
  1. Perbedaan epidemiologi pelayanan kebidanan dengan epidemiologi penyakit infeksi
Pada penyakit infeksi agent merupakan faktor yang harus dieleminasi, akan tetapi pada epidemiologi kebidanan agent adalah hasil konsepsi/janin yang harus dilindungi, yang pada kelanjutannya akan menimbulkan masalah kesehatan sendiri.
ILUSTRASI :
Host adalah subjek
Agent adalah objek
Lingkungan adalah keterangan tempat
1. Contoh penyakit infeksi/menular:
Budi digigit nyamuk di pemakaman
2. Contoh pada pelayanan kebidanan:
Rina melahirkan bayi di Klinik Bersalin
  1. Faktor-faktor Risiko dalam Pelayanan Kebidanan
Faktor risiko bagi kematian ibu (mortalitas) dapat dibedakan, antara lain :
  1. Faktor-faktor reproduksi
    1. Usia
    2. Paritas
    3. Kehamilan tak diinginkan

  1. Faktor-faktor komplikasi kehamilan
    1. Perdarahan pada abortus spontan/alamiah
    2. Kehamilan ektopik/diluar cavum endometrium
    3. Perdarahan pada trimester III kehamilan
    4. Perdarahan postpartum
    5. Infeksi nifas
    6. Gestosis/keracunan kehamilan
    7. Distosia/kesulitan persalinan
    8. Abortus provokatus

  1. Faktor-faktor pelayanan kesehatan
a.       Kesukaran untuk memperoleh pelayanan kesehatan
b.      Asuhan medis yang kurang baik
c.       Kekurangan tenaga terlatih dan obat-obat esensial

  1. Faktor-faktor sosial budaya
a.       Kemiskinan dan ketidakmampuan membayar pelayanan yang baik
b.      Ketidaktahuan dan kebodohan
c.       Kesulitan transportasi
d.      Status wanita yang rendah
e.       Pantangan makanan tertentu pada wanita hamil

Artikel Terkait


EmoticonEmoticon